• Jumat, 02 Maret 2018

      4 Destinasi Wisata yang Wajib di Kunjungi di Sulawesi Selatan

      4 Destinasi Wisata yang Wajib di Kunjungi di Sulawesi Selatan

      Kabupaten Sinjai merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang lengkap keindahan alamnya. Mulai dari pantai, pegunungan, kota, hingga kepulauan.

      "Sinjai itu kabupaten dengan tiga dimensi wisata. Jadi ada pantainya, gunungnya, juga dataran rendahnya," ujar Yuhadi selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai Rakornas Pariwisata di Jakarta, Rabu (27/9/2017).

      Sinjai yang berbatasan dengan Bone bisa menjadi rujukan Anda berwisata di Sulawesi Selatan. Alamnya yang masih asri dan budayanya yang masih terjaga akan mengundang wisatawan untuk berlama-lama di sana.

      Yuhadi merekomendasikan beberapa destinasi wisata yang bisa menjadi pilihan saat pertama kali berkunjung ke Sinjai.

      1. Taman Hutan Rakyat (Tahura) Abdul Latief

      Tahura ini merupakan salah satu dataran tinggi terbaik di Sinjai. Daerah ini dikelilingi oleh pegunungan. Saat matahari cerah, keindahannya sangat memukau.

      Dataran tinggi ini menjadi favorit untuk spot foto di ketinggian, sekadar relaksasi, hingga berkemah. Tentunya dengan menaati aturan yang berlaku.

      Negeri di atas awannya Sinjai ini berlokasi di Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong. Untuk menjangkaunya Anda bisa menggunakan kendaraan roda dua dan empat sejauh 30 kilometer dari ibu kota kabupaten, dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

      "Konsep ke depan kita akan buat itu sebagai ekowisata, bekerja sama dengan SKPD pertanian. Supaya tak hanya pemandangan dan suasana, tapi wisatawan juga bisa memanen buah-buahan untuk dinikmati di sana langsung," ujar Yuhadi.

      2. Pemukiman adat Karampuang

      Pemukiman ini merupakan kawasan adat yang terletak di kampung tradisional Karampuang. Berada di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Bulupoddo, 40 km dari pusat Kota Sinjai.

      Di dalamnya ada komunitas adat Karampuang yang masih memegang teguh adat setempat. Ada juga rumah adat dan jejak-jejak prasasti mereka. Namun adatnya lebih mengatur tata krama peribadatan hingga merawat alam.

      Waktu terbaik berkunjung ke sini ialah saat perayaan Mapigausihanuah, yang merupakan syukuran adat Karampuang. Perayaan tersebut jatuh sekitar bulan Oktober akhir hingga November tiap tahunnya.

      3. Hutan Bakau Tongke-Tongke

      Hutan bakau ini berada di Kecamatan Sinjai Timur, berbatasan dengan kawasan Pulau Sembilan. Kawasan ini sering menjadi tempat penelitian para mahasiswa dan dosen Jepang.

      Hutan bakau seluas 700 hektar terbentang di tiga kecamatan. Keindahan yang terbentang ialah ekosistem alamnya yang masih sangat terjaga, juga rangkaian bakaunya membentuk lorong-lorong gua sehingga disebut gua hidup.

      Anda bisa menyusurinya menggunakan speed boat. Anda juga bisa berjalan kaki di atas mangrove track yang sudah tertata rapi. Jangan lupa untuk ikut menanam bakau di sini sebagai tanda kepedulian wisatawan.

      4. Pulau Larearea, Kepulauan Sembilan

      Pulau ini merupakan salah satu primadona di gugusan Pulau Sembilan. Pasir pantainya yang terhampar putih dan lautnya yang jernih membuatnya terlihat eksotik.

      Beberapa pulau di kawasan ini masih sangat terawat, karena merupakan pulau kosong dan jarang terjamah. Anda bisa menggunakan speed boat untuk tur mengunjungi kepulauannya.

      Untuk berkunjung ke Sinjai, Anda bisa melalui jalur udara ke Makassar. Lalu menempuh perjalanan darat selama empat jam ke ibu kota Kabupaten Sinjai.

      0 komentar:

      Posting Komentar